KLASIFIKASI ZAT WARNA TEKSTIL (1)


Ada beberapa acuan dalam pengklasifikasian zat warna khususnya yang digunakan di industri tekstil. Zat warna yang kita kenal mewarnai beragam pakaian memiliki keunikan struktur molekul sendiri-sendiri dan jenis ikatan yang terbentuk dengan bahan. Berikut adalah pengklasifikasian zat warna berdasarkan sumber pembuatan:

1. Zat Warna Alam

Zat warna alam adalah zat warna yang proses mendapatkannya dari ekstraksi bahan-bahan yang sudah tersedia di alam. Misalnya buah manggis yang berwarna ungu, zat warnanya di ekstrak (diambil) lalu digunakan untuk mewarnai kain atau benang. Zat warna alam umumnya didapatkan dari tumbuh-tumbuhan baik bagian daun, batang, atau akarnya tetapi tidak semua tumbuhan walaupun berwarna dapat dijadikan sumber zat warna. Ini karena pertimbangan kandungan pigmen warna yang terkandung pada setiap tanaman berbeda-beda dan juga keterbatasan jumlah tanaman untuk dibudidayakan.
gambar ilustrasi sumber zat warna alam
Proses ektraksi dilakukan dengan cara merebus bahan dengan pelarut biasanya menggunakan media air sampai seluruh zat warna terektraksi. Proses pengemasan zat warna alam dapat dibuat dalam bentuk cair yaitu hasil ektraksi langsung dan bentuk bubuk dimana endapan hasil ektraksi diproses lagi dengan pengeringan. Zat warna alam di pasaran harganya relatif lebih mahal daripada zat warna sintesis dan jumlahnya juga terbatas.

2. Zat Warna Sintetis

Zat warna sintesis atau zat warna buatan adalah zat warna yang dibuat dengan sintesis zat kimia. Zat warna jenis ini adalah jenis yang mayoritas digunakan pada skala industri karena sumber bahan baku mudah, stabil dalam penyimpanan, variasi warna sangat beragam, dan dapat diproduksi dalam skala besar. Proses pembuatan zat warna sintesis dapat dilakukan dengan reaksi kondensasi dan reaksi adisi. Reaksi kondensasi adalah reaksi pembentukan molekul zat warna dengan manghasikan residu berupa air sedangkan reaksi adisi adalah reaksi pembentukan molekul zat warna dengan tanpa menghasilkan resio atau lewat penambahan panjang rantai molekul.
Reaksi pembuatan zat warna sintesis terlihat sederhana tetapi sebenarnya sangat rumit karena harus mencampurkan zat-zat tambahan pada saat proses kimia berlanjut untuk meningkatkan karakteristik warna yang dihasilkan.

Tinggalkan Balasan