LABEL PEMELIHARAAN YANG TERLUPAKAN


Label pemeliharaan atau care label adalah suatu pedoman yang diberikan produsen dalam melakukan proses pencucian (treatment) dan proses aftertreatment suatu produk pakaian/garmen. Label ini berukuran kecil dan terdapat di bagian dalam pakaian biasanya disematkan pada bagian jahitan area leher belakang, area samping dalam baju, atau di bagian dalam area ban pinggang. Berbentuk relatife kecil maka intruksi yang ditampilkan dibuat dalam kata-kata yang singkat atau symbol-simbol sederhana yang mudah difahami oleh konsumen.

Pernahkan kita memperhatikan symbol-simbolnya?

Berikut adalah symbol dasar yang biasa digunakan, apabila ada symbol yang di silang (X) itumenandakan bahwa tidak boleh dilakukan proses tersebut.

Banyak orang tidak mengetahui karakteristik bahan tekstil yang menjadi produk garmen sehingga care label pada pakaian ibarat buku panduan yang menjamin usia pakaian agar dapat digunakan lebih lama. Care label selain bermanfaat untuk konsumen sebenarnya menjadi pemberi manfaat juga bagi produsen yaitu sebagai pelindung dari citra negatif bahkan klaim yang dilayangkan oleh konsumen apabila dikemudian hari produk yang dibeli mengalami kerusakan akibat kelalaian konsumen. Jadi care label adalah “simple thing for big solution” baik bagi konsumen ataupun produsen.

Sayangnya, untuk produk-produk pakaian lokal, terutama pangsa pasar menengah ke bawah, produk garmen masih banyak yang tidak disertai dengan label pemeliharaan. Sebenarnya ini kembali lagi kepada konsumen yang memang cenderung tidak terlalu peduli, mungkin yang penting sesuai dengan selera dan budget, sehingga tidak menjadi tuntutan bagi produsen garmen untuk menyertakan produknya dengan label pemeliharaan. Tetapi jika ada yang menyertakan itu ditengah kesadaran konsumen lokal yang kurang, itu sesuatu yang patut di apresiasi.

2 Comments

Tinggalkan Balasan