SISTEM PEMBUATAN POLA PAKAIAN

Dalam istilah industri pakaian/garmen ada yang disebut Designer dan Pattern Maker (pembuat pola). Designer adalah orang yang membuat rancangan suatu model busana dan Pattern Maker adalah orang yang menerjemahkan rancangan tersebut dalam suatu gambar geometri komponen-komponen penyusun suatu mode busana sehingga dapat diterapkan pada material kain. Cara menerjemahkan rancangan suatu desain pakaian ke dalam suatu pola teknik oleh seorang pattern maker membutuhkan perantara suatu sketsa garmen/pakaian. Sketsa garmen atau sketsa pakaian ini berisi hal-hal detail yang ingin ditekankan oleh seorang desainer pada produk pakaian, agar tidak terjadi salah interpletasi oleh patter maker. Misalnya isi sketsa garmen adalah detail bentuk lubang kancing yang ingin terapkan, bentuk saku yang khusus, jarak jahitan, dan sebagainya. Setelah terbentuk dalam suatu sketsa garmen, seorang pattern maker dalam membuat pola terdapat 2 sistem pembuatan:

1. Slooper
Cara slooper adalah cara membuat pola dengan melakukan pengukuran terhadap badan atau contoh badan (manequine). Setelah didapat ukuran badan, pola digambar pada kertas sesuai ukuran yang didapat dilengkapi dengan detail pola semisal identitas pola, seam sebagai allowace untuk menjahit, dan sebagainya.

2. Draping
Cara draping adalah cara membuat pola dengan menempelkan kain tertentu sebagai media dalam mendapatkan ukuran badan. Kain yang digunakan biasanya menggunakan kain muslin, kain ditempelkan pada sampel badan (manequine) mengikuti lekuk badan dan sebagai alat pembantunya menggunakan jarum yang ditusukan pada kain. Setelah selesai jarum dicabut dan hasilnya ketika kain digelar akan terbentuk titik-titik bekas jarum yang menjadi petunjuk untuk menarik garis pola. Pola yang dibuat berdasarkan pada garis pola yang terbentuk pada kain tersebut.

Tinggalkan Balasan