PERBEDAAN BATIK TULIS DAN BATIK PRINTING

Kain hasil batik tulis dengan kain hasil batik printing jika dilihat dari jarak jauh sekilas tidak ada bedanya hanya saja jika diteliti lebih dekat terdapat perbedaan karakteristik diantara keduanya yang tidak dapat ditutupi oleh satu sama lain.

1. Teknik Pemberian Warna
Ilustrasi batik cap-printing

Perbedaan yang paling mendasar dari kedua jenis batik tulis dan batik cap adalah teknik pewarnaan. Batik cap teknik pemberian warnanya dilakukan dengan ditempelkan pada salah satu permukaan bahan sehingga permukaan bahan yang lain akan terlihat tidak terwarnai. Ini adalah karakteristik batik cap yaitu bagian muka kain motif berwarna sedangkan jika kita balik bagian belakang kainnya tidak berwarna. Sedangkan batik tulis teknik pewarnaannya adalah dengan cara pencelupan yaitu pewanaan keseluruhan badan kain baik muka ataupun belakang kain sehingga jika kita balik kain hasil batik tulis kenampakan warna motif muka dan belakang kain akan sama. Motif yang muncul pada batik tulis akibat terhalangnya penyerapan zat warna pada bahan oleh malam/lilin atau dirintangi.

2. Bahan Baku Kain
ilustrasi batik cap-rintang dan batik tulis-rintang

Batik cap dalam proses pewarnaanya menggunakan teknik printing sehingga jenis batik ini lebih gampang dan luas dalam pemilihan bahan. Batik cap dapat dilakukan pada komposisi bahan kain apapun misalnya 100% kapas, campuran kapas-poliester, 100% polyester ataupun komposisi bahan lain tinggal disesuaikan saja pemilihan pasta capnya dengan bahan yang akan di cap. Sedangkan untuk batik tulis dari segi pemilihan bahan lebih terbatas karena pembentukan motifnya sangat bergantung pada ketahanan malam. Sifat ketahanan malam dalam menempel pada bahan ini menyebabkan pemilihan zat warna harus disesuaikan yaitu pada jenis zat warna yang dapat mewarnai bahan pada suhu yang tidak terlalu tinggi. Zat warna untuk pewarnaan jenis ini umumnya untuk mewarnai kain yang berbahan serat alam misalnya kapas. Kain mori dikenal sebagai bahan baku batik tulis dengan komposisi 100% kapas karena bisa diwarnai pada suhu ruangan dengan zat warna reaktif dingin. Kain dengan campuran serat sintetis misalnya ada kandungan poliester atau nilonnya biarpun bisa dibatik (ditempeli malam) tetapi akan sulit membentuk motif warna batik karena umumnya kondisi pewarnaan untuk komposisi bahan sintetis harus dilakukan pada suhu tinggi sedangkan pada suhu tinggi malam/lilin batik rawan copot.

Tinggalkan Balasan