PERKEMBANGAN ALAT PENGGERAK MESIN JAHIT 1

Mesin jahit adalah alat yang digunakan untuk menggabungkan atau merakit komponen pakaian dengan tipe jeratan kunci. Mesin jahit sebagai alat untuk memproduksi tekstil sandang sangat erat kaitannya dengan kehidupan kita. Sama seperti perkembangan mesin-mesin otomotif yang semakin canggih, mesin jahit pun mengalami perkembangan yang cukup signifikan terutama bagian instrumen penggerak yang semakin bertenaga juga erat kaitannya dengan efisiensi listrik yang dipakai.

1. Mesin Jahit, Penggerak Manual Tangan

ilustrasi mesin jahit penggerak tangan

Penggerak manual dengan menggunakan tangan bisa dibilang sebagai cikal bakal mesin jahit industri sekarang. Menggunakan tenaga tangan dimana tangan kanan menggerakan tuas dan tangan kiri mengarahkan laju bahan. Teknik penggerak manual ini diterapkan pada jenis mesin jahit jarum satu tipe jeratan kunci dan kecepatan tusukan jarum terbatas sesuai kemampuan gerakan tangan.

artikel terkait : mengenal kategori jeratan jahitan

2. Mesin Jahit, Penggerak Manual Kaki

ilustrasi mesin jahit penggerak manual kaki

Mesin jahit penggerak kaki merupakan pengembangan dari penggerak menggunakan tangan, dimana transmisi/penyaluran gerakan ke bagian kepala mesin jahit sudah lebih rumit yaitu menggunakan media sabuk (belt) dan puli (pulley). Karakteristik dengan penggerak kaki dimana kecepapatn jahitan lebih tinggi daripada menggunakan tangan dan teknik jahitan yang bisa lebih berkembang karena dalam menahan dan mengarahkan bahan yang dijahit menggunakan kedua tangan. Teknik penggerak menggunakan kaki ini menjadi cikal bakal tipe pengembangan jenis mesin-mesin jahit modern.

3. Mesin jahit, Penggerak motor listrik kopling (clutch)

ilustrasi motor clutch, alat penggerak mesin jahit

Mesin penggerak selajutnya adalah menggunakan motor listrik tipe kopling / clutch. Cara kerja penyaluran daya hampir sama dengan yang injakan kaki yaitu menggunakan sabuk dan puli tetapi dari segi sumber tenaga sudah memanfaatkan tenaga listrik. Motor listrik jenis clutch secara garis besar terdiri atas 2 cakram yang memiliki jarak, cakram berputar yang langsung berputar ketika terhubung dengan arus listrik dan cakram diam yang terhubung dengan kepala kepala mesin lewat sabuk. Prinsipnya adalah cakram putar dan cakram diam memiliki jarak, ketika kaki menginjak pedal maka cakram diam akan menempel pada cakram putar sehingga ikut berputar. Putaran ini akan diteruskan oleh sabuk ke atas, ke bagian kepala mesin sehingga mesin jahit berjalan. Mesin jahit dengan penggerak ini dikategorikan mesin jahit high speed (kecepatan tinggi) tetapi kekurangannya presisi jahitan kurang ketika ingin berhenti dan konsumsi listrik yang cukup banyak untuk menggerakan motor clutch.

Tinggalkan Balasan