APA ITU TENUN IKAT ?

ilustrasi kain tenun ikat flores

Kain tenun ikat pada prinsipnya dibuat dengan teknik pertenunan yang sama. Tahapan menenun mulai dari pembukaan benang lusi, peluncuran benang pakan, dan perapatan (pengetekan) secara berulang tetap dilakukan. Perbedaanya adalah pada proses sebelum dilakukan pertenunan atau tahap persiapan pertenunan (pretreatment).

baca juga : persiapan pertenunan

Tahap persiapan yang dimaksud adalah adanya pemberian warna (pencelupan) benang sebelum dipasang pada alat tenun tetapi pewarnaanya tidak secara keseluruhan bagian benang, hanya sebagian tertentu yang dikehendaki. Caranya yaitu dengan menghalangi penyerapan zat warna terhadap benang dan ini dilakukan dengan mengikat benang dengan menggunakan tali anti air misalnya berbahan plastik atau karet pada titik-titik tertentu.

ilustrasi mengikat benang sebelum dicelup

Tahap pengikatan ini sangat krusial karena nantinya akan menjadi motif warna yang terbentuk pada kain jadi. Setelah proses pencelupan, benang lalu dikeringkan dan setelah itu ikatan-ikatan pada benang dibuka kembali sehingga membentuk motiv-motiv warna dasar benang. Untuk menambah variasi warna, bagian benang yang tidak terwarnai karena diikat, diwarnai secara manual dengan tangan menggunakan kuas, biasanya proses pewarnaan tambahan ini menggunakan zat warna naftol.

baca juga : zat warna naftol

ilustrasi motif benang yang diwarnai secara manual dengan zat warna naftol

Setelah tahap pewarnaan benang selesai, benang dipasang pada alat tenun. Untuk proses persiapan pertenunan yang sederhana, alat menenun yang digunakan biasanya alat tenun tangan dan alat tenun bukan mesin (ATBM). Adapun jika proses menenun menggunakan mesin tenun berkecepatan tinggi proses persiapan pertenunan harus lebih diperhatikan terutama proses penganjian agar benang lusi tidak mudah putus.

Tinggalkan Balasan