MENGENAL TEKNIK PEMINTALAN SERAT BUATAN

ilustrasi chips bahan baku pemintalan

Istilah pemintalan yang dimaksud adalah pembuatan serat atau benang filamen dari bahan baku chips. Chips adalah bahan baku serat yang berbentuk butiran-butiran padatan. Proses pemintalan serat buatan secara sederhana adalah mekanisme merubah bentuk padatan bahan baku menjadi bentuk cairan yang mudah dicetak, untuk selanjutnya diubah kembali ke bentuk padatan yang berbentuk serat. Berdasarkan teknik pembuatannya terdapat 3 jenis pemintalan serat buatan:

1. Pemintalan Leleh

Jenis pemintalan dimana bahan baku chips-nya dapat dirubah dari bentuk padat menjadi cair dengan cara dipanaskan. Chips yang dapat dilelehkan contohnya adalah PET (Polyethilena Tereftalat) atau yang biasa dikenal chips poliester. Mekanisme sederhana dari pemintalan ini adalah dengan melelehkan chips sehingga berbentuk cairan kental, kemudian cairan ini dicetak pada cetakan serat yang biasa disebut spineret, kemudian ketika sudah dicetak, dilakukan penarikan sekaligus pemadatan kembali dengan pendinginan.

2. Pemintalan Kering

Jenis pemintalan serat untuk bahan baku chips yang tidak dapat dilelehkan dengan panas, sehingga perlu dilarutkan dengan zat tambahan supaya berubah menjadi fasa cair. Mekanisme sederhananya adalah setelah proses pelarutan, lalu dilakukan pencetakan serat lewat spineret dan dilakukan penarikan sekaligus pengeringan. Nama pemintalan kering sebenarnya lebih mengacu pada proses akhir dimana untuk merubah kembali dari fasa cair ke fasa padat dilakukan dengan menghembuskan udara panas agar zat pelarutnya hilang dan terjadi pemadatan.

3. Pemintalan Basah

Jenis pemintalan dimana bahan bakunya tidak dapat dilelehkan, sehingga perlu dilarutkan dengan zat tambahan. Perbedaan pemintalan basah dengan pemintalan kering adalah terletak pada proses akhir pemadatan serat yang tercetak. Pada pemintalan basah, pelarutnya tidak dapat hilang dengan cara dipanaskan sehingga harus dilalukan pada larutan pemadat. Oleh karena itulah disebut dengan pemintalan basah, salah satu contohnya adalah serat rayon viskosa.

ilustrasi label pemeliharaan bahan dari rayon viskosa

Ulasan singkat tentang proses pemintalan ini menjadi gambaran harga serat dan produk turunannya di pasaran. Semakin panjang dan rumit proses pembuatan, tentunya membutuhkan sumber daya yang lebih besar, sehingga harga jual serat dan turunan produknya akan lebih mahal. Misalnya, benang rayon viskosa harganya lebih mahal dari pada serat poliester karena diproduksi dengan pemintalan basah yang tahapan prosesnya lebih rumit daripada pemintalan leleh.

Tinggalkan Balasan