MENGENAL ZAT WARNA DIREK

ilustrasi struktur molekul zat warna direk

Nama direk diambil dari istilah inggris “direct” yang artinya langsung. Penamaan ini karena begitu bahan tekstil dimasukan ke dalam larutan zat warna ini, bahan dapat langsung terwarnai. Bahan tekstil yang dapat diwarnai oleh zat warna ini adalah bahan tekstil selulosa atau yang berasal dari tumbuhan, misalnya kapas.

Dalam proses pencelupan, zat warna direk ketika larut dalam air sebenarnya bermuatan negatif (-) dan kain dalam kondisi basah juga cenderung bermuatan negatif, sehingga keduanya sebenarnya cenderung tolak-menolak sehingga mengatasi ini digunakanlah elektrolit. Elektrolit atau garam misalnya saja NaCl, penting digunakan dalam pencelupan zat warna direk untuk meningkatkan penyerapan zat warna pada bahan dengan menetralisir muatan yang tolak-menolak.

Ikatan yang terbentuk antara zat warna direk dengan bahan adalah ikatan fisika. Sifat kekuatan ikatan fisika jika dibandingkan ikatan kimia kurang begitu kuat, sehingga hasilnya daya tahan luntur warna bahan yang dicelup dengan zat warna ini kurang begitu bagus. Karena itulah, sekarang relatif jarang menggunkan zat warna direk sebagai zat warna utama untuk pencelupan kain-kain skala industri tetapi, zat warna ini masih tetap digunakan biasanya sebagai topping atau adjust (memperbaiki) arah warna bahan yang sudah dicelup sebelumnya dengan zat warna lain.

Dahulu jenis zat warna ini didapat dari ekstrak pigmen warna tumbuhan tetapi sekarang dengan perkembangan ilmu kimia molekuler yang lebih maju, zat warna ini dapat disintesis secara buatan. Harga zat warna ini di pasaran relatif murah, ini karena tahan luntur warna yang dihasilkan juga kurang begitu bagus. Contoh nama zat warna ini dipasaran misalnya: diazamin scarlet dan congo red

2 Comments

Tinggalkan Balasan