BAHAN BAKU DAN PENGARUHNYA PADA PROSES PEMINTALAN (2)

2. Kedewasaan Serat

Penampang melintang serat kapas secara umum apabila dilihat dengan mikroskop terdiri atas dinding sel dan lumen. Kedewasaan serat kapas dinyatakan dengan indeks kedewasaan. Indeks kedewasaan nilainya berdasarkan proporsi ketebalan dari dinding sel serat. Berdasarkan penelitian, kapas dikategorikan dewasa apabila porsi dinding sellnya sebesar 50-80% dari diameter serat, 30-45% porsi dinding sell bisa dikatakan sebagai serat muda, dan dibawah itu serat yang dikategorikan mati karena terhenti pertumbuhannya.
gambar penampang memanjang dan melintang serat kapas

Micronaire adalah alat uji yang digunakan untuk menghitung nilai kedewasaan serat. Sebagaimana dapat dilihat nilai indeknya pada pembahasan mengenai kehalusan serat. Nilai kedewasaan serat penting diketahui sebelum diproduksi karena setidaknya akan berpengaruh pada cost produksi. Pengaruh pada cost produksi maksudnya apabila dalam suatu bal kapas mayoritas serat muda maka dapat disesuaikan dengan kemampuan mesin karena output akan terbatas untuk dimaksimalkan. Selain itu, mengetahui proporsi serat muda pada bahan baku
dapat memberikan gambaran; batas kekuatan benang yang dihasilkan, resiko terjadinya nepping, resiko variasi warna (belang) saat dicelup, dan tingkat kesulitas proses produksi baik pada waktu pemintalan ataupun proses selanjutnya.

3. Panjang Serat

Tidak seperti penampang melintang yang harus diamati dengan menggunakan mikroskop, panjang serat dapat diamati dan diukur secara langsung biasanya pada satuan milimeter. Panjang serat menjadi salah satu faktor yang berpengaruh pada proses pemintalan karena setidaknya dapat menjadi gambaran yaitu;

a. Batas puntiran pada serat
b. Kekuatan benang
c. Nilai kehalusan benang
d. Pegangan benang
e. Kuantitas dan kualitas serat yang tidak terpuntir
f. Produktifitas proses
g. Jumlah limbah produksi
h. Kondisi produksi pemintalan secara umum

Dari hasil pengamatan produksi, dapat diasumsikan secara kasar untuk serat kapas (stapel) yang panjangnya dibawah 5 mm dapat dipastikan hilang selama proses produksi (sampah atau beterbanganan). Serat pada panjang dibawah 12-15 mm dapat dipintal dan memberikan efek ruah pada benang tetapi kurang berkontribusi pada kekuatan benang. Panjang serat diatas itu dapat dipastikan dapat dioptimalkan pada proses pemintalan.
ilustrasi mesin carding
Hal lain yang berpengaruh adalah karakteristik dari serat kapas itu sendiri, karena terkadang serat putus ketika dalam proses misalnya di mesin carding yang mana serat kapas digaruk untuk membuka gumpalan, memisahkan serat, dan menghilangkan kotoran. Karakteristik serat yang tidak bagus akan mudah sekali putus pada proses ini.

Tinggalkan Balasan