BAHAN BAKU DAN PENGARUHNYA PADA PROSES PEMINTALAN (1)


Tahukan anda bahwa cost produksi proses pemintalan itu 50-75% -nya adalah untuk biaya bahan baku?

Cost produksi yang sebagian besar untuk biaya bahan baku ini sekaligus mengindikasikan, betapa kuaitas bahan baku serat yang digunakan sangat berpengaruh signifikan pada kualitas benang yang dihasilkan. Penguasaan ilmu tentang bahan baku serat, teknologi proses, dan mesin-mesin pemintalan sangat penting dikuasai untuk mengoptimalkan output produksi pemintalan. Namun, itu semua juga akan terbatas ketika dihadapkan pada bahan baku serat dengan kualitas untuk dipintalnya rendah. Kualitas serat atau bahan baku yang dimaksud mencakup sedikitnya 3 jenis karakteristik serat yang terukur:

1. Fiber Fineness

Fiber fineness atau kehalusan serat menunjukan suatu ukuran benda yang sangat kecil. Defisini terukur kehalusan serat adalah perbandingan antara diameter serat dengan panjang serat. Semakin besar perbandingan diameter dan panjang serat maka semakin halus serat tersebut. Nilai kehalusan serat (terutama serat alam) sangat beragam , sebagai contoh serat kapas perbandingan diameter dengan panjang pada kisaran 1:1400.

Kehalusan menunjukan kemampuan suatu serat untuk dipintal / dipuntir menjadi benang. Semakin mudah dipintal maka jumlah persilangan serat pada benang akan semakin banyak. Semakin banyak jumlah serat terpuntir pada suatu diameter benang artinya kekuatan benang tersebut akan semakin besar. Setidaknya minimal 30 serat terpuntir untuk membentuk diameter benang tetapi biasanya benang dibuat pada kisaran 100 serat terpuntir.

Biarpun kehalusan serat didefinisikan sebagai perbandingan diameter dengan panjang serat tetapi, pada faktanya sulit untuk menerapkan formulasi tersebut dilapangan. Ini karena, tidak praktis jika harus melakukan pengecekan setiap bahan baku bal serat dengan cara mengukur setiap helai diameter serat yang tidak beraturan melalui mikroskop lalu membandingkannya dengan panjangnya yang mana pengukuran harus diulang pada jumlah sampel helai serat yang lumayan banyak agar hasilnya akurat.

Untuk itu dalam merepresentasikan kehalusan digunakan perbandingan berat dan panjang serat.

– Satuan denier = perbandingan berat serat dalam gram setiap panjang 9000 meter
Misalnya bahan baku dengan kehalusan 2 denier, artinya bahan baku serat pada setiap panjang 9000 meter memiliki berat 2 gram.

– Satuan tex = perbandingan berat 1 gram serat setiap panjang 1000 meter
Misalnya bahan baku serat kehalusan 1 tex itu artinya pada panjang serat 1000 meter apabila ditimbang beratnya 1 gram.

Selain dengan perhitungan, kehalusan juga dapat dilihat dari nilai Micronaire (alat micronaire).

Micronaire Value Fineness
Dibawah 3.1 Sangat halus
3.1 – 3.9 Halus
4.0 – 4.9 Medium
5.0 – 5.9 Sedikit kasar
Diatas 6 Sangat kasar

Nilai micronaire ini dikhususkan untuk kapas saja yaitu dengan mekanisme sederhananya, mengalirkan udara untuk menentukan nilai Mi hanya saja terkadang nilai ini tidak sekedar merepresentasikan nilai kehalusan serat tetapi bisa juga pada kedewasaan serat.
contoh digital micronaire tester

Secara singkat kehalusan serat perlu diketahui sebelum proses pemintalan karena besarnya pengaruh bahan baku terhadap kualitas output benang. Pengetahuan tentang nilai kehalusan bahan baku serat yang akan diproses setidaknya akan memberikan gambaran dan pertimbangan terhadap: batas kemampuan serat untuk dipuntir, kekuatan benang, pegangan benang, produktifitas proses pemintalan, dan sifat jatuh kain nantinya.

Tinggalkan Balasan