GRAMASI KAIN

Gramasi kain adalah istilah untuk menyatakan berat kain dengan standar tertentu. Grammasi adalah berat kain dalam satuan gram setiap luas area 1 meter persegi. Atau grammasi artinya berat kain dalam satuan gram setiap luas area kain 1 yard persegi. Jadi grammasi kain dapat dinyatakan dalam satuan gram/meter2 dan gram/yard2.

Dengan dasar perhitungan grammasi kain ini, mungkin kita pernah mendengar pengelompokan kain yaitu kain ringan, kain sedang, kain berat, dan kain sangat berat. Pengelompokan berat kain ini dapat dijabarkan pada kisaran berat kain sebagai berikut:

1. Kain ringan, kisaran berat kain dibawah 100 g/m2
2. kain sedang untuk berat kain rentang 100-200 g/m2
3. kain berat untuk berat kain renatang 200 g/m2 – 300 g/m2
4. kain sangat berat diatas 300 g/m2

Cara untuk mencari tahu grammasi suatu kain dapat dilakukan dengan 3 cara:

1. Cara menimbang sampel berbentuk lingkaran
alat grammasi sirkular

Cara ini adalah dengan memotong kain yang ingin diketahui grammasinya berbentuk lingkaran sempurna dengan luas 100 cm2 atau 0.01 m2. Untuk pengambilan sampel kain ukuran ini, perlu dilakukan dengan alat khusus yaitu alat grammasi sirkular. Cara pengambilan sampel dengan metoda ini lebih cepat karena menggunakan alat khusus sehingga cara ini banyak digunakan di industri tekstil dan garmen. Hal yang harus diperhatikan adalah angka yang ditunjukan pada alat timbang harus dikali faktor pengali 100 dan potongan sampel lingkarannya jangan sampai lonjong.

2. Cara menimbang sampel berbentuk bujur sangkar
ukuran potongan sampel

Cara ini pada prinsipnya sama dengan metoda potong sampel lingkaran, yaitu kain dipotong tetapi bentuknya segiempat sama sisi dengan luas 100 cm2 atau 0.01 m2. Perbedaan dengan metoda pertama, cara ini dapat dilakukan dengan alat yang lebih sederhana tetapi kendalanya cara ini relatif lebih lama karena dilakukan secara manual.

3. Cara menimbang sampel aktual
ukuran potongan aktual

Cara ini disebut juga cara langsung yaitu dengan memotong kain seluas 1 m2 atau 1 yard2 lalu dilakukan penimbangan. Angka hasil penimbangan tidak perlu dikalikan dengan faktor pengali karena sudah dalam ukuran aktual. Cara ini lebih aktual karena kain ditimbang sesuai ukuran sebenarnya hanya saja waktu untuk pemotongan sampel relatif lebih lama dan potongan harus akurat mungkin karena sampel dipotong dalam ukuran besar. Biarpun cara ini lebih aktual tetapi lebih jarang digunakan karena resiko kehilangan kain lebih banyak jika dibandingkan dengan cara sampel (luas 0.01 m2).

Tinggalkan Balasan